-->

Iklan

Pastor Walden Sitanggang: Merawat Kehidupan Pasca Tutup TPL

Sabtu, Februari 28, 2026, 15:01 WIB Last Updated 2026-02-28T08:12:30Z
Pertemuan dengan Pastor Walden Sitanggang. Samosirberita/Warto.

Pematangsiantar - Menindaklanjuti Pertemuan sejumlah Aktivis Lingkungan di Resto Op. Herti Balige beberapa saat lalu yang diinisiasi DR. Asmadi Lubis dan dihadiri oleh Ketua KSPPM Rocky Pasaribu, Aktivis AMAN Roganda Simanjuntak, Tokoh Agama Pro Lingkungan Pdt Jurito Sirait, Ketua Yayasan Pusuk Buhit dan Wakil Sekretaris Efendy Naibaho dan M. Andi Naibaho serta Dir. Eksekutif Komunitas Peduli Danau Toba Alex A. Simatupang dan Aktivis lainnya.

Pertemuan tersebut dengan topik "Kegelisahan Aktivis Atas Lahan Konsesi PT. Toba Pulp Lestari, Tbk atau TPL pasca dicabutnya ijin Operasionalnya di atas lahan 167.912 Ha di Tapanuli Raya dan Kawasan Danau Toba"

Ketua Yayasan Pusuk Buhit, Efendy Naibaho mengambil inisiatif untuk mendapatkan informasi langsung dari Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Pejuang Ekologis Pastor Walden Sitanggang. Pertemuan berlangsung pada Kamis, (26/2) di Ruang Tamu Pastoran Gereja Katolik Naga Huta, Simpang 2 Pematangsiantar.

Delegasi terdiri dari Ketua Yayasan Pusuk Buhit Efendy Naibaho & Tim, Warto Sinurat Jan Piter serta M. Andi Naibaho, Aktivis Senior Gerakan Ulos dan Penasehat HBB Raja Hasoge Panjaitan, plus Dir. Eksekutif Komunitas Peduli Danau Toba Alex A. Simatupang.

Pastor Walden Sitanggang menyampaikan, bahwa Sekber konsisten untuk masuk ke akar permasalahan yaitu merawat kehidupan. Antara lain Pengembalian tanah adat (penyelesaian konflik agraria) serta
pemulihan dampak rentetan bencana alam yang terjadi di Tapanuli Raya dan Kawasan Danau Toba. 

Pastor menyatakan bahwa Pertemuan para aktivis dan rohaniawan telah merumuskan cetak kebijakan (policy print) agar standing position Sekber jadi Mitra Strategis Pemerintah. “Tujuannya adalah tetap konsisten mempengaruhi dan menjaga opini publik dan kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah, termasuk di dalamnya mencari solusi terbaik untuk eks karyawan TPL,” katanya.

Dirinya berharap agar Ketua Yayasan Pusuk Buhit Efendy Naibaho dapat berperan aktif memilih dan mengajukan nama - nama tokoh di setiap kabupaten untuk melakukan pengawasan terhadap proses pasca TPL ditutup.

"Inilah menjadi cikal bakal tim ekologi setiap kabupaten yang menjadi mitra lokal Sekber. Sehingga setiap keputusan yg diambil jangan sampai menimbulkan korban dari pihak manapun,” terangnya.
Untuk rencana pertemuan Deklarasi Pernyataan Sikap Sekber dan semua elemen masyarakat tanggal 7 maret 2026 nanti, Pastor berharap adanya pertemuan pra deklarasi mematangkan persepsi.

“Ada dulu pertemuan pra deklarasi untuk menyamakan persepsi dari semua unsur. Setelah itu kita buatkan semacam pernyataan sikap dan kita DEKLARASIKAN,” jelasnya .

Tidak lupa, demi merawat kehidupan bersama warga di zona eks konsesi TPL. pertemuan itu juga Pastor Walden memberi perhatian serius tentang nasib eks karyawan TPL yang tercatat di Dinas Tenaga Kerja , dan disepakati perlu ada solusi yang terbaik buat mereka. (sb05/Warto)
Komentar

Tampilkan

Terkini