-->

Iklan

Ketua Umum DEMA FDK UINSU Soroti Transparansi Dana Raker dan CSR Smartclass

Rabu, Maret 11, 2026, 08:01 WIB Last Updated 2026-03-11T01:02:31Z
Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (DEMA FDK) UINSU Ilham Mahathir Manurung. (dok)

Medan – Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (DEMA FDK) UINSU Ilham Mahathir Manurung desak pihak Kampus UINSU memberikan transparansi terkait penggunaan dana kegiatan Rapat Kerja (Raker) UINSU yang dilaksanakan pada 2–4 Februari 2025 dengan tema “Tata Kelola Menuju Internasionalisasi UINSU 2025.”

Ilham Mahathir Manurung menegaskan bahwa mahasiswa memiliki hak untuk mengetahui bagaimana pengelolaan anggaran kegiatan tersebut, guna menghindari berbagai spekulasi publik yang berkembang mengenai potensi pemborosan maupun dugaan praktik yang tidak sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.

Menurutnya, transparansi merupakan bagian penting dari akuntabilitas lembaga pendidikan, terlebih UINSU sebagai institusi akademik yang mengedepankan nilai integritas dan tata kelola yang profesional.

“Sebagai bagian dari civitas akademika, kami meminta keterbukaan informasi terkait penggunaan dana Raker UINSU yang berlangsung pada 2–4 Februari 2025. Hal ini penting agar tidak menimbulkan spekulasi publik terkait potensi pemborosan maupun dugaan praktik yang tidak sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik dan transparan,” ujar Ilham di Medan. Selasa (10/03/2026).

Selain mempertanyakan transparansi dana Raker, DEMA FDK UINSU juga menuntut adanya klarifikasi terbuka mengenai dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Musim Mas senilai Rp500 juta yang disebut diperuntukkan bagi pembangunan Smartclass di lingkungan kampus.

Ilham menyampaikan bahwa hingga saat ini mahasiswa masih mempertanyakan sejauh mana perkembangan pembangunan Smartclass tersebut serta bagaimana proses realisasi penggunaan dana CSR tersebut.

“Kami juga meminta penjelasan secara terbuka terkait dana CSR dari PT Musim Mas sebesar Rp500 juta yang diperuntukkan untuk pembangunan Smartclass. Mahasiswa perlu mengetahui sejauh mana perkembangan dan proses realisasinya agar tidak menimbulkan polemik di tengah publik,” tegasnya.

DEMA FDK UINSU berharap pihak kampus dapat memberikan klarifikasi secara terbuka kepada mahasiswa dan masyarakat, sehingga pengelolaan anggaran dan program pembangunan di lingkungan UINSU tetap berjalan sesuai dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik.

Ilham juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa dalam mengawal integritas dan kemajuan institusi, agar cita-cita menuju internasionalisasi UINSU dapat terwujud secara profesional dan berintegritas.

“Mahasiswa hadir sebagai mitra kritis kampus. Tujuan kami bukan mencari kesalahan, tetapi memastikan bahwa setiap program dan anggaran dikelola secara transparan demi kemajuan bersama,” tutupnya.(sb03/Ferry)
Komentar

Tampilkan

Terkini