Dari video viral di media sosial, ratusan massa mendatangi sebuah rumah yang diduga jadi markas peredaran narkoba di negeri seribu kubah tersebut. Di rumah itu terlihat sejumlah pria panik saat massa tiba-tiba ramai menggeruduk.
Video lain memperlihatkan kekesalan warga karena tidak ada tindakan terhadap bandar. Bahkan, beberapa mengaku kesal karena keluarga mereka jadi korban barang haram di daerah Panipahan itu.
"Anak aku hancur karena sabu. Tolong pak! anak aku hancur," teriak orang tua sambil menangis saat massa menggeruduk rumah tersebut.
Massa mengamuk karena merasa tak puas dengan kepolisian setempat. Sebab bandar narkoba merajalela yang memicu massa ambil tindakan sendiri dengan menggeruduk langsung rumah tersebut.
Aksi bahkan berlanjut hingga malam hari. Sejumlah massa turun membakar barang-barang tepat di depan bangunan berpagar dengan lantai 2.
"Musnahkan narkoba di Panipahan," tulis massa yang membawa kertas tuntutan.
"Musnahkan narkoba di Palika. Selamatkan generasi anak bangsa," tulis tuntutan lain di saat aksi berlangsung.
Massa juga merusak sejumlah kendaraan sepeda motor di lokasi. Motor-motor itu diduga milik bandar narkoba yang sudah membuat resah masyarakat dan tidak ada tindakan dari aparat.
Kapolres Rokan Hilir Isa Imam Syahroni tak memberi jawaban saat dikonfirmasi terkait aksi tersebut. Pesan singkat WhatsApp tak dibalas.
Sementara itu Direktur Narkoba Polda Riau Kombes Yudha langsung mengirimkan tim ke lokasi. Pengusutan dugaan narkoba itu dimulai.
"Kita gas ke Rohil. Kita lidik ke Panipahan," jawab Yudha tegas.(dtc)
