MEDAN– Pengerjaan Stadion Teladan yang dipacu Wali Kota Medan Rico Waas untuk mengejar deadline Piala AFF U-19 2026 memantik sorotan baru.
Di saat Kepala Dinas PKPCKTR Medan, John Lase, berjibaku mengebut renovasi stadion, berembus kencang isu pengkondisian proyek di internal dinasnya. Koordinator Nasional KAMAK, Azmi Hadly Lubis alias Kamak, membongkar dugaan itu ke publik.
Kamak menegaskan, ambisi menuntaskan Stadion Teladan jangan dijadikan tameng untuk praktik bagi-bagi paket proyek secara kotor di tubuh Dinas Perkim.
"Semua mata ke Stadion Teladan karena ini marwah Kota Medan di AFF. Pak John Lase memang banting tulang di sana. Tapi waspada, euforia AFF rawan ditunggangi untuk mengkondisikan proyek-proyek lain di Perkim," sentil Kamak di Medan, Selasa 12/5/2026.
Dia mengungkap, isu yang ramai di kalangan kontraktor adalah adanya skema "pengaturan pemenang" untuk sejumlah proyek fisik Dinas PKPCKTR TA 2026. Nilai proyek miliaran rupiah itu disebut sudah dikapling ke rekanan tertentu.
"Info A1 di bawah: ada paket yang belum tayang lelang, tapi orangnya sudah keliling ukur-ukur lokasi. Ini lampu merah. Kalau benar, kasihan Pak John Lase kerja rodi siang malam, tapi nama dinas hancur karena ulah oknum mafia," beber Kamak.
Atas temuan itu, Azmi Hadly mendesak Wali Kota Medan dan aparat penegak hukum tidak tutup mata. Dia menuntut Inspektorat Kota Medan dan Kejari Medan segera menggelar audit investigasi menyeluruh ke Dinas PKPCKTR, bukan hanya berkutat di proyek stadion.
"Stadion Teladan harga mati harus jadi. Itu soal harga diri Medan di AFF. Tapi berantas dulu mafia proyeknya. Percuma stadion megah kalau fondasi integritas dinasnya keropos dan busuk," tegasnya.
Kamak juga melayangkan peringatan keras ke Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP). "Kalau APIP diam, jangan salahkan publik curiga ikut main mata. Ini momentum Wali Kota Bobby bersih-bersih. Sikat habis yang kotor," ujarnya.
Hingga berita ini naik tayang, Selasa 12/5/2026 pukul 16.00 WIB, Kepala Dinas PKPCKTR Medan John Lase belum memberi klarifikasi. Upaya konfirmasi via telepon dan pesan WhatsApp ke nomor pribadinya tidak mendapat respons. (sb03/Roy)
