-->

Iklan

Program Sumut Berkah Bantu Petani Jagung di Samosir

Selasa, Mei 12, 2026, 09:54 WIB Last Updated 2026-05-12T02:54:47Z

Samosir – Pemerintah Kabupaten Samosir kembali memperoleh dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Program Kolaborasi Sumut Berkah. Bantuan bibit jagung untuk pengembangan lahan seluas 40 hektare diserahkan langsung Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, sekaligus melakukan penanaman benih bersama petani di Desa Panampangan, Kecamatan Pangururan, Senin (11/5/2026).

Bantuan tersebut diberikan kepada dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Melati Paristua Desa Panampangan dan Kelompok Tani Tumpang Sari Desa Urat Timur, Kecamatan Palipi. Masing-masing kelompok menerima 300 kilogram bibit jagung untuk areal tanam seluas 20 hektare.

Di tengah hamparan lahan pertanian, Vandiko tampak turun langsung bersama petani menanam bibit jagung. Kehadirannya di lapangan menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam mendorong sektor pertanian sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Kabupaten Samosir.

Vandiko mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution.

“Program Kolaborasi Sumut Berkah ini adalah bentuk kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Di Samosir, kita menyebutnya sebagai semangat sinergitas, di mana semua pihak saling bekerja sama untuk kemajuan daerah,” ujar Vandiko.

Ia menjelaskan, bantuan yang diterima kelompok tani merupakan hasil usulan Pemerintah Kabupaten Samosir berdasarkan kebutuhan petani yang kemudian disetujui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Karena itu, ia meminta seluruh bantuan dimanfaatkan dengan baik agar hasil panen dapat maksimal.

“Bantuan ini sudah sesuai dengan kebutuhan petani, maka harus ditanam dan dirawat dengan baik. Ini kesempatan yang harus dijaga bersama supaya program seperti ini terus berlanjut ke depan. Semoga bantuan ini membawa keberkahan bagi Sumatera Utara, khususnya masyarakat Kabupaten Samosir,” katanya.

Lebih lanjut, Vandiko menyebut pemerintah menargetkan produktivitas jagung mencapai 10 ton per hektare. Hasil panen nantinya juga dipastikan memiliki pasar karena akan ditampung oleh offtaker yang telah disiapkan pemerintah dengan harga sesuai ketetapan pemerintah pusat sebesar Rp5.500 per kilogram.

“Dari bibit sampai pembeli hasil panen sudah dipersiapkan. Jadi petani tinggal fokus bekerja dan menghasilkan panen terbaik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Samosir, Tumiur Gultom, menjelaskan selain bantuan benih jagung, masing-masing kelompok tani juga akan menerima pupuk NPK sebanyak 3.000 kilogram, pupuk urea 5.000 kilogram, pestisida 100 paket, serta satu unit alat panen pada tahap berikutnya.

“Target program ini adalah meningkatkan produktivitas jagung hingga 10 ton per hektare sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” jelas Tumiur.

Ketua Kelompok Tani Melati Paristua, Baringin Sitanggang, mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian pemerintah kepada para petani di Samosir.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Samosir dan Gubernur Sumut Bobby Nasution atas perhatian kepada kami. Bantuan ini sangat besar manfaatnya dan menambah semangat kami untuk bekerja,” ucapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kabag SDM Polres Samosir Tarmizi Lubis, Danramil Pangururan Edianto Simangunsong, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, jajaran penyuluh pertanian, serta para kelompok tani penerima bantuan. (sb01/Romual)
Komentar

Tampilkan

Terkini