-->

Iklan

Wabup Samosir Pelajari Strategi Pariwisata Bali untuk Danau Toba

Kamis, Mei 14, 2026, 11:23 WIB Last Updated 2026-05-14T04:23:40Z
Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, mengikuti kegiatan site visit Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bali. (dok)

Samosir – Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, mengikuti kegiatan site visit Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bali pada 11–13 Mei 2026 guna mendukung penyusunan kajian peluang KEK di kawasan Danau Toba. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Samosir menyerap praktik terbaik pengembangan pariwisata dan ekonomi kawasan.

Kunjungan yang dipelopori Bank Indonesia Perwakilan Sibolga tersebut diikuti pemerintah daerah di kawasan Danau Toba dengan tujuan utama Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Bangli.

Dalam forum diskusi bersama Pemerintah Kabupaten Gianyar, rombongan mempelajari strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya, alam, desa adat, dan desa wisata agro. Bali dinilai berhasil memperkuat daya tarik wisata melalui promosi berkelanjutan, penataan kawasan, serta kolaborasi pemerintah dan dunia usaha. Dukungan konektivitas penerbangan internasional juga menjadi faktor penting meningkatnya kunjungan wisatawan.

Ariston mengatakan, banyak hal dari Bali yang dapat diterapkan di kawasan Danau Toba, terutama dalam penataan kawasan, promosi, dan penguatan identitas destinasi.

“Pengembangan Danau Toba harus berbasis potensi masing-masing daerah. Setiap kabupaten memiliki keunggulan yang perlu dipetakan dan diperkuat,” ujar Ariston.

Menurutnya, kawasan Danau Toba membutuhkan zonasi yang jelas, mulai dari wisata budaya, agrowisata, wisata alam, hingga hiburan berbasis kearifan lokal. Selain itu, promosi dan branding kawasan juga perlu diperkuat agar mampu bersaing sebagai destinasi wisata unggulan.

“Kita ingin Danau Toba tumbuh menjadi destinasi kelas dunia tanpa meninggalkan budaya Batak, kelestarian lingkungan, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu di Kabupaten Bangli, rombongan mempelajari pengembangan ekonomi berbasis pertanian, peternakan, serta pengelolaan kawasan Danau Batur. Pemerintah Bangli juga dinilai berhasil meningkatkan kepatuhan usaha melalui pendampingan perizinan dan kesadaran pajak, serta melibatkan hukum adat dalam pembangunan dan penataan kawasan.

Ariston menilai pendekatan tersebut relevan diterapkan di kawasan Danau Toba. Menurutnya, penguatan sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan UMKM perlu berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata.

“Jika seluruh potensi daerah saling terhubung, maka ekosistem ekonomi kawasan Danau Toba akan semakin kuat,” ujarnya.

Ia berharap hasil kunjungan ini menjadi bahan penyusunan kebijakan strategis guna mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata berkelanjutan di Samosir dan kawasan Danau Toba. (sb01/Tobing)
Komentar

Tampilkan

Terkini