-->

Iklan

Warga Batang Ayumi Jae Minta Polsek Rutin Gelar GKN

Selasa, Mei 12, 2026, 09:24 WIB Last Updated 2026-05-12T02:24:53Z

Batang Ayumi Jae – Masyarakat Kelurahan Batang Ayumi Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, meminta agar Polsek Padangsidimpuan Hutaimbaru rutin melaksanakan kegiatan Gerebek Kampung Narkoba (GKN) di wilayah tersebut.

Permintaan itu disampaikan tokoh agama H. Mukmin Harahap, tokoh adat H. Ali Muda Pohan, Lurah Batang Ayumi Jae Nora Juanna Siregar, serta Ketua Pemuda setempat Rahmat Rizki Harahap usai pelaksanaan penggerebekan dan penyisiran lokasi yang diduga kerap digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba, Senin (11/5/2026) sore.

“Meski belum berhasil menangkap para pemakai, penggerebekan ini sudah sangat berarti bagi para orang tua di kelurahan ini yang selama ini resah dengan peredaran barang haram tersebut,” ujar H. Mukmin Harahap.

Lurah Batang Ayumi Jae, Nora Juanna Siregar, berharap kegiatan Gerebek Kampung Narkoba yang dilakukan aparat kepolisian dapat membersihkan wilayahnya dari penyalahgunaan narkoba yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.

Kapolsek Padangsidimpuan Hutaimbaru, IPTU Ahmad Edi Sitompul SH, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan atas perintah Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna SH SIK MH, menyusul laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas penyalahgunaan narkoba di kawasan tersebut.

Menurutnya, saat melakukan penyisiran di lokasi, petugas menemukan sejumlah bong atau alat hisap sabu yang mengindikasikan tempat tersebut kerap digunakan untuk mengonsumsi narkoba.

“Bersama warga, kami juga membongkar gubuk yang selama ini diduga dijadikan tempat menggunakan narkoba, sehingga lokasi di pinggir sungai dan kebun warga itu tidak lagi nyaman dijadikan tempat berkumpul para pemakai,” katanya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan kemungkinan rencana penggerebekan telah lebih dahulu diketahui para pengguna narkoba. Hal itu diduga karena mobil patroli milik petugas tidak dapat langsung menjangkau lokasi dan harus berhenti di persimpangan jalan, sehingga petugas terpaksa berjalan kaki menuju titik sasaran.

Jeda waktu tersebut diduga dimanfaatkan sejumlah pengguna narkoba untuk melarikan diri sebelum petugas tiba di lokasi. (rel)
Komentar

Tampilkan

Terkini