-->

Iklan

Savate Sumut Gelar Penataran, Rakerprov dan Pelantikan Pengurus, Optimistis Cetak Atlet Go Internasional

Minggu, Mei 24, 2026, 16:36 WIB Last Updated 2026-05-24T09:36:51Z
Pelantikan Pengurus FSI Sumatera Utara. (Samosirberita/Suking)

MEDAN — Federasi Savate Indonesia (FSI) Sumatera Utara menggelar Penataran Pelatih, Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov), serta Pelantikan Pengurus FSI Sumut selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (23–24/5/2026), di Hotel Dhaksina, Medan.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua KONI Sumatera Utara Hatunggal Siregar, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Sumatera Utara M. Mahfullah Pratama Daulay, Ketua Umum PB FSI Eko Raharjo, serta Ketua FSI Sumatera Utara Rocyando Siahaan.

Sebanyak 63 peserta pelatih dari 21 kabupaten/kota di Sumatera Utara mengikuti penataran tersebut sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam pembinaan olahraga Savate di daerah.

Ketua FSI Sumatera Utara, Rocyando Siahaan, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat organisasi sekaligus mempersiapkan lahirnya atlet-atlet Savate berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“Savate Sumatera Utara ingin melahirkan lebih banyak atlet berprestasi. Tahun depan kita berharap Savate sudah bisa masuk sebagai cabang olahraga ekshibisi di PON. Jika sudah masuk ekshibisi, peluang menjadi cabang resmi di PON tentu semakin besar,” ujar Rocyando.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat 21 kabupaten/kota penerima mandat, sementara 15 pengurus kabupaten/kota telah resmi dilantik dan menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan serta rekomendasi organisasi.

Menurutnya, FSI Sumut juga telah menyiapkan sejumlah agenda besar sebagai bagian dari pembinaan atlet berkelanjutan. Salah satunya Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) “Road to Porprovsu” Piala Gubernur Sumatera Utara yang direncanakan berlangsung pada akhir Juli 2026.

“Kejurprov nanti sekaligus menjadi ajang seleksi menuju Kejurnas Savate pada November 2026 di Bali, serta persiapan menghadapi PON Bela Diri 2027 di Kudus dan target ekshibisi PON 2028,” jelasnya.

Rocyando juga menekankan pentingnya peran pelatih dalam membangun karakter dan mental atlet. Menurutnya, seorang pelatih tidak hanya dituntut menguasai teknik bertanding, tetapi juga harus memahami manajemen kepelatihan dan mampu menjadi motivator bagi atlet.

“Pelatih harus memahami manajemen dalam mengoordinasikan latihan dan membangun mental atlet. Jangan sampai pelatih menjadi provokator, tetapi harus menjadi motivator bagi atlet-atletnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB FSI, Eko Raharjo, yang turut menjadi pemateri dalam penataran tersebut memberikan pembekalan mengenai aturan pertandingan, teknik dasar, hingga strategi dalam olahraga Savate untuk diterapkan para pelatih kepada atlet di daerah masing-masing.

“Saya sangat bangga dipercaya menjadi pembawa materi. Prinsip saya sederhana, kirim atlet itu seperti sniper, satu atlet harus bisa membawa satu medali. Saya berharap para pelatih dapat menerapkan prinsip tersebut dan materi yang diberikan bisa bermanfaat bagi perkembangan atlet-atlet Savate di daerah,” ungkap Eko.

Di kesempatan yang sama, Ketua KONI Sumatera Utara, Hatunggal Siregar, berharap kepengurusan baru mampu membawa perkembangan signifikan bagi Savate di Sumatera Utara. Ia menyebut Savate baru resmi berkembang di Sumut sejak Desember 2025, namun telah menunjukkan antusiasme yang cukup besar dari masyarakat.

“Kami melihat olahraga ini memiliki banyak peminat dan potensinya cukup besar untuk dikembangkan. Saya berharap Savate Sumatera Utara mampu membawa nama daerah hingga tingkat nasional dan apa yang kita kerjakan hari ini benar-benar memberikan manfaat bagi pembinaan atlet ke depan,” katanya.

Melalui kegiatan penataran, pelantikan, dan Rakerprov ini, FSI Sumatera Utara optimistis mampu membangun sistem pembinaan yang lebih terarah guna melahirkan atlet-atlet Savate berprestasi dan siap bersaing menuju level internasional. (sb06/Suking)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Sumut

+