-->

Iklan

Bupati Samosir Salurkan 5 Ton Bibit Kentang, Ajak Petani Buktikan Keberhasilan Program Kolaborasi Sumut Berkah

Rabu, Juli 22, 2026, 14:18 WIB Last Updated 2026-07-22T07:18:26Z

SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir menyalurkan bantuan 5 ton bibit kentang kepada empat kelompok tani sebagai bagian dari Program Kolaborasi Sumut Berkah yang didanai melalui APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendukung terwujudnya Asta Cita Presiden RI.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Ketua DPRD yang diwakili Parluhutan Samosir, ditandai dengan penanaman perdana di lahan Kelompok Tani Hariara Makmur, Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian, Selasa (21/7/2026).

Empat kelompok tani penerima bantuan akan mengembangkan budidaya kentang di lahan seluas lima hektare. Kelompok Tani Hariara Makmur mengelola satu hektare, Kelompok Tani Marsada dua hektare, Kelompok Tani Pasorba satu hektare, dan Kelompok Tani Sejati satu hektare.

Selain bibit kentang, pemerintah juga menyalurkan pupuk organik cair dan POC. Pemerintah Kabupaten Samosir turut memberikan tambahan dukungan berupa 50 liter pupuk organik cair atau masing-masing 10 liter per hektare.

Dalam sambutannya, Bupati Vandiko mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Samosir dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang terus diperjuangkan demi meningkatkan kesejahteraan petani.

"Usulan dari bapak dan ibu kami perjuangkan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan hari ini dapat direalisasikan. Ini membuktikan bahwa kolaborasi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi petani," ujar Vandiko.

Ia menegaskan, pembangunan sektor pertanian tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan APBD Kabupaten Samosir, tetapi membutuhkan sinergi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, hingga pihak swasta.

Vandiko juga mengingatkan agar bantuan yang diberikan dimanfaatkan secara maksimal karena bersifat stimulan. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada keseriusan kelompok tani dalam mengelola bantuan tersebut.

"Keberhasilan ada di tangan bapak dan ibu. Air tersedia, pupuk sudah diberikan, bibit juga sudah ada. Kalau program ini berhasil, kepercayaan pemerintah akan semakin besar sehingga bantuan berikutnya bisa kembali kita peroleh," katanya.

Ia menambahkan, bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diperoleh melalui persaingan dengan 33 kabupaten/kota. Karena itu, para petani diminta membuktikan bahwa bantuan tersebut mampu meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Samosir Parluhutan Samosir mengapresiasi upaya Pemkab Samosir dalam memperoleh bantuan dari pemerintah provinsi. Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting mengingat keterbatasan kemampuan fiskal daerah.

Ia juga mendorong lahirnya lebih banyak petani muda yang mampu menghadirkan inovasi dan teknologi di sektor pertanian agar pembangunan pertanian di Samosir semakin maju dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Samosir Tumiur Gultom menjelaskan, selain 5 ton bibit kentang, pemerintah juga menyalurkan sekitar 20 ton pupuk organik cair dan POC kepada empat kelompok tani penerima bantuan.

Ketua Kelompok Tani Hariara Makmur, Joni Pasaribu, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Samosir terhadap petani. Ia menegaskan kelompoknya siap menjaga kepercayaan pemerintah dengan mengoptimalkan bantuan yang diterima.

"Kami akan menjaga kepercayaan pemerintah dengan menunjukkan hasil panen yang baik. Pendampingan yang diberikan selama ini sangat membantu petani dalam meningkatkan kemampuan budidaya," ujarnya.

Joni menambahkan, manfaat Program Kolaborasi Sumut Berkah telah dirasakan oleh para petani di wilayahnya. Bahkan, kelompok tani yang dipimpinnya juga memperoleh tambahan bantuan 120 kilogram bibit kentang melalui program ketahanan pangan Desa Hariara Pintu.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Harian P. Hartopo Manik, Kabid IKP Diskominfo Kabupaten Samosir Togarma Naibaho, Penjabat Kepala Desa Hariara Pintu Kanur Situmorang, penyuluh pertanian, serta anggota kelompok tani.Versi ini lebih padat, alur beritanya lebih kuat, dan menggunakan gaya penulisan yang umum dipakai media daring. (sb01)
Komentar

Tampilkan

Terkini