![]() |
| Dinas P3APPKB) Samosir bersama Puskesmas Buhit melaksanakan kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting DASHAT. (Samosirberita/Romual Lumbantobing) |
Samosir - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Samosir bersama Puskesmas Buhit melaksanakan kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) sekaligus pelayanan Posyandu di Desa Saitnihuta, Kecamatan Pangururan, Jumat (15/5)
Kegiatan ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan keluarga berisiko stunting. Tim dari Dinas P3APPKB Samosir yang hadir memberikan edukasi terkait pola asuh anak, gizi seimbang, dan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Salah satu petugas yang mendampingi kegiatan adalah Lamtiur Nababan dari Dinas P3APPKB Samosir.
“Melalui DASHAT, kami ajarkan ibu-ibu mengolah bahan pangan lokal menjadi menu bergizi untuk mencegah stunting. Yang penting gampang didapat dan sesuai kebutuhan gizi anak,” ujar Lamtiur Nababan saat pemaparan kepada masyarakat
Sementara itu, petugas dari Bidan Desa Saitnihuta Rohma Saragih melakukan penimbangan balita, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, serta pemeriksaan ibu hamil. Hasilnya langsung dicatat dalam buku KIA dan aplikasi e-PPGBM untuk memantau perkembangan anak.
Kepala Desa Saitnihuta mengapresiasi kegiatan ini dan berharap bisa menjadi agenda rutin. “Kalau edukasi gizi digabung dengan Posyandu, warga lebih mudah datang dan paham. Kami targetkan tidak ada lagi kasus stunting baru di desa kami,” katanya.
Warga yang mengikuti kegiatan mengaku terbantu. Mereka mendapat contoh langsung cara mengolah makanan bergizi dengan biaya terjangkau.
Program DASHAT ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Samosir untuk menurunkan angka stunting sesuai target nasional 2026.
Kepala Dinas P3APPKB, dr. Priska Situmorang menyampaikan bahwa melalui pengelolaan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) serta program unggulan Dis P3APPKB, yakni Ramos Vantas (Rantang Samosir Penurunan Angka Stunting), pemerintah berupaya memberikan edukasi terkait pentingnya gizi seimbang bagi keluarga yang berisiko stunting, seperti ibu hamil, ibu menyusui, baduta, dan balita.
“Tujuan utama program ini adalah memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu menyediakan serta mengolah makanan bergizi seimbang dengan memanfaatkan bahan pangan lokal,” terang dr. Priska Situmorang.
(sb01/Romual)
