-->

Iklan

IRT Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Rumah, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Jumat, Mei 15, 2026, 18:22 WIB Last Updated 2026-05-15T11:22:58Z

Simalungun – Warga Huta IV Marihat Lela, Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, digegerkan dengan penemuan jasad seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44), Kamis (14/5/2026) malam.

Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tubuh mulai membusuk di dalam rumahnya yang terkunci dari dalam.

Personel Polsek Gunung Malela bersama Tim INAFIS Polres Simalungun langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab kematian korban secara profesional dan terukur.

Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, Jumat (15/5/2026), membenarkan adanya penemuan jasad tersebut.

“Begitu laporan diterima, personel Polsek Gunung Malela segera bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan Tim INAFIS Polres Simalungun untuk melakukan olah TKP secara profesional,” ujar AKP Verry Purba.

Dijelaskan, korban diketahui tinggal seorang diri di rumahnya. Penemuan jasad bermula dari rasa curiga tetangga sekaligus sahabat korban, Asniroya Saragih (55), karena korban tidak terlihat selama dua hari berturut-turut tanpa memberi kabar seperti biasanya.

“Biasanya korban datang ke rumah saya setiap malam sekitar pukul 19.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Kalau tidak datang, dia selalu memberi tahu. Karena sudah dua hari tidak terlihat, saya meminta suami mengecek ke rumahnya,” ungkap Asniroya kepada petugas.

Suami Asniroya, Maruli Purba (60), kemudian mendatangi rumah korban yang berjarak sekitar 100 meter dari kediamannya. Saat tiba di lokasi, lampu rumah dan teras masih menyala. Namun ketika memanggil nama korban, tidak ada jawaban.

Maruli lalu mengintip melalui jendela depan rumah dan melihat korban dalam posisi duduk di kursi tanpa bergerak. Ia pun segera kembali meminta bantuan warga sekitar.

Warga kemudian berdatangan ke rumah korban, namun seluruh pintu dalam keadaan terkunci dari dalam. Salah seorang warga, Mulia Susiratno, akhirnya berhasil masuk melalui celah pintu samping rumah dan membuka pintu utama.

Saat masuk ke ruang tamu, warga mendapati korban sudah meninggal dunia dalam posisi duduk di bangku plastik, dengan kondisi tubuh mulai membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada perangkat nagori dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan itu, personel Polsek Gunung Malela dipimpin Ipda B. Situngkir langsung mengamankan lokasi. Tim INAFIS Polres Simalungun yang terdiri dari Aipda Owen Saragih dan Aipda Sujid Saputra turut melakukan olah TKP secara menyeluruh disaksikan pemerintah nagori dan Babinsa setempat.

“Tim INAFIS bekerja secara cermat dan sistematis untuk memastikan penyebab kematian korban dapat diketahui secara ilmiah dan akuntabel,” tambah AKP Verry.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RSUD dr. Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar, untuk dilakukan visum luar oleh tim dokter yang dipimpin dr. Joko Arianto, M.Ked (For), Sp.FM.

Berdasarkan hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit hipertensi yang dideritanya. Diperkirakan korban telah meninggal lebih dari 48 jam sebelum ditemukan.

“Tidak ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal akibat sakit. Situasi di lokasi kejadian aman dan kondusif,” pungkas AKP Verry Purba. (sb01)
Komentar

Tampilkan

Terkini