Labura – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) dikabarkan melakukan penggerebekan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, Kamis (14/5/2026).
Informasi tersebut diketahui dari unggahan akun media sosial Humas BNN RI yang mempublikasikan hasil kegiatan Operasi Saber Bersinar 2026 beberapa jam sebelum berita ini diterbitkan.
Dalam keterangannya, BNN RI menyebut operasi tersebut dilaksanakan bersama Polri sebagai bentuk sinergi aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah rawan.
“Operasi ini dilaksanakan bersama Polri sebagai bentuk sinergi aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah rawan. Kolaborasi BNN dan Polri menjadi kunci dalam memastikan tindakan hukum berjalan cepat, terukur, dan sesuai prosedur,” tulis akun tersebut.
Operasi menyasar sejumlah lapak narkoba dan rumah yang diduga menjadi tempat aktivitas jaringan peredaran narkoba yang disebut dikendalikan oleh seorang berinisial W. Kegiatan itu disebut sebagai tindak lanjut atas keresahan dan laporan masyarakat terkait maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan tujuh orang berinisial RTM, S, AR, ANS, AHP, T, dan A yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
Ketujuh orang tersebut untuk sementara diamankan di Polsek Kualuh Hulu guna menjalani pemeriksaan awal sebelum diproses lebih lanjut oleh pihak BNN.
Selain itu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 10 gram, 46 alat hisap atau bong, timbangan digital, telepon genggam, kartu ATM, buku tabungan, dokumen kendaraan, serta uang tunai sekitar Rp188 juta yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba.
Unggahan akun Humas BNN RI itu juga memperlihatkan sejumlah foto kegiatan petugas di lapangan beserta barang bukti hasil operasi.
Saat dikonfirmasi melalui nomor kontak yang tertera pada akun tersebut, pihak BNN RI hanya memberikan jawaban singkat, “Baik, terima kasih informasinya.”
Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Citra Yani Barus, melalui pesan WhatsApp pada Kamis (14/5). Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan keterangan resmi.
Sementara itu, sejumlah warga Lingkungan VI Aek Kanopan Timur membenarkan adanya kegiatan penggerebekan yang dilakukan oleh petugas bersenjata lengkap dengan rompi bertuliskan BNN.
“Kurang tahu pasti dari mana mereka datang. Semalam kami hanya melihat logo BNN di belakang rompi petugas. Mereka datang menggunakan sekitar sembilan mobil. Beberapa kendaraan terlihat seperti mobil pengantar paket online yang biasa masuk ke sini,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga lainnya yang rumahnya berada tepat di depan lokasi operasi mengatakan, petugas bergerak sangat cepat dan diduga telah mengetahui target operasi.
“Cepat sekali kerjanya, paling lama sekitar satu jam. Begitu turun langsung menuju rumah-rumah target tanpa bertanya kepada warga sekitar,” ungkapnya. (sb01)
